STRES AKADEMIK

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Stres Akademik

Stres merupakan suatu fenomena yang pernah atau akan dialami oleh seseorang dalam kehidupannya dan tidak seorang pun dapat terhindar dari padanya. Berdasarkan terminologinya, istilah stres berasal dari bahasa Latin “singere” yang berarti keras atau sempit (strictus). Istilah ini mengalami perubahan seiring dengan perkembangan penelaahan yang berlanjut dari waktu ke waktu dari straise, strest, stresce, dan stress. Menurut Santrock, stres merupakan respon individu terhadap keadaan atau kejadian yang memicu stres (stressor) yang mengancam dan mengganggu kemampuan seseorang untuk menanganinya (coping). Stres adalah realitas kehidupan setiap hari yang tidak dapat dihindari, disebabkan oleh perubahan yang memerlukan penyesuaian. Sarafino mendefinisikan stres sebagai kondisi yang disebabkan oleh interaksi antara individu dengan lingkungannya yang menimbulkan persepsi jarak antara tuntutan-tuntutan yang berasal dari situasi dengan sumber daya dari sistem-sistem biologis, psikologis dan sosial seseorang.

Kuliah adalah pengalaman yang penuh dengan stres atau tekanan.Stres akademik muncul ketika harapan untuk pencapaian prestasi akademik meningkat, baik dari orang tua, guru ataupun teman sebaya dan stress ini meningkat setiap tahunnya seiring dengan tuntutan terhadap anak yang berbakat dan berprestasi yang tidak pernah berhenti. Baumel dalam Wulandari (2011, 87) menyatakan bahwa stres akademik merupakan stres yang disebabkan oleh stressor akademik, yaitu yang bersumber dari proses belajar mengajar atau yang berhubungan dengan kegiatan belajar yang meliputi lama belajar, banyak tugas, birokrasi, mendapatkan beasiswa, keputusan menentukan jurusan, dan karir serta kecemasan ujian dan manajemen waktu.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa stres di bidang akademik adalah respon individu akibat kesenjangan antara tuntutan lingkungan terhadap prestasi akademik dengan kemampuan untuk mencapainya sehingga situasi tersebut mengakibatkan perubahan respon dalam diri individu tersebut, baik secara fisik maupun psikologis. Stres timbul ketika ada beban pada seseorang yang melebihi kemampuan mereka. Jika stress kasar dan diperpanjang, hal ini dapat menurunkan prestasi akademik, penghalang dari kemampuan siswa untuk melibatkan diri dan menyambung pada kehidupan kampus, dan kenaikan kemungkinan dari penyalahgunaan hakekat dan perilaku yang berpotensial destruktif lainnya.

B. Gejala-Gejala yang Timbul

Gejala-gejala yang biasanya timbul saat individu mengalami stres akademik meliputi:

  1. kehilangan energi,
  2. tekanan darah meningkat,
  3. suasana hati yang muram,
  4. peningkatan pada yang diidamkan,
  5. susah berkonsentrasi,
  6. tidak sabar,
  7. gerogi

C. Macam-Macam Stres Akademik

  1. Burn Out

Burnout menurut C. Maslach (dalam Maslach burnout Inventory, 1996) merupakan sindrom mengenai kelelahan emosional, tidak selera, dan menurunkan pencapaian prestasi individu yang dapat terjadi di antara individu yang bekerja dengan orang-orang yang besar jumlahnya. Aspek kunci dari sindrom burnout adalah meningkatnya perasaan kelelahan emosi, pengembangan rasa tidak selera, dan menurunnya pencapaian prestasi individu. Pines dan Aronson mendefinisikan burnout sebagai kondisi emosional seseorang, yang merasa lelah dan jenuh secara mental ataupun fisik sebagai akibat tuntutan pekerjaan yang meningkat. Burnout selalu mempunyai tiga komponen yaitu kelelahan fisik, kelelahan emosional, dan kelelahan mental.

Ada dua faktor yang menyebabkan munculnya burnout, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

  1. Faktor internal merupakan faktor dari dalam diri anak tersebut, yaitu kondisi fisik dan psikis yang lelah, tidak adanya motivasi untuk berprestasi, dan sebagainya.
  2. Faktor eksternal disebabkan oleh adanya pengaruh dari pihak luar anak, misal bosan dengan metode mengajar 3 guru dalam kelas, ketidakcocokan dengan teman, orangtua yang selalu menuntut lebih pada anak.

Adapun upaya yang dilakukan oleh sekolah untuk mengatasi Burnout dalam belajar, diantaranya:

  1. Mendorong guru untuk menggunakan strategi, pendekatan, metode dan media pembelajaran yang bervariasi sehingga tidak menimbulkan kejenuhan dalam belajar.
  2. Melakukan istirahat sejenak dan menganjurkan siswa untuk menkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi dengan takaran cukup.
  3. Melakukan penjadwalan kembali jam-jam dari hari belajar yang dianggap lebih memungkinkan siswa belajar lebih giat.
  4. Mengubah atau penataan kembali lingkungan belajar siswa yang meliputi pengubahan posisi meja tulis, lemari, rak buku, alat-alat perlengkapan belajar dan sebagainya sampai memungkinkan siswa merasa berada disebuah kamar baru yang lebih menyenangkan untuk belajar.
  5. Memberikan motivasi dan stimulasi baru agar siswa merasa terdorong untuk belajar lebih giat dari pada sebelumnya.
  6. Siswa didorong untuk berbuat nyata (tak menyerah/ tinggal diam) dengan cara mencoba belajar dan belajar lagi.
  7. Menyampaikan informasi manfaat dari belajar.
  8. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan kreatif.
  9. Kecemasan Akademik

Situasi belajar yang menekan cenderung dapat menimbulkan kecemasan. Valiante dan Pajares menyatakan kecemasan akademis sebagai perasaan tegang dan ketakutan pada sesuatu yang akan terjadi, perasaan tersebut mengganggu dalam pelaksanaan tugas dan aktivitas yang beragam dalam situasi akademis. Otten menjelaskan bahwa kecemasan akademis mengacu pada terganggunya pola pemikiran dan respon fisik serta perilaku karena kemungkinan performa yang ditampilkan siswa tidak diterima secara baik ketika tugas-tugas akademis diberikan. Kecemasan menurut Spielberger (dalam buku Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, 2003, 185) dapat dibedakan menjadi dua, yaitu kecemasan sebagai suatu sifat (trait anxiety) dan kecemasan sebagai suatu keadaan (state anxiety). Kecemasan sebagai suatu sifat adalah kecenderungan pada diri seseorang untuk merasa terancam oleh sejumlah kondisi yang sebenarnya tidak berbahaya. Sedangkan kecemasan sebagai suatu keadaan adalah suatu keadaan atau kondisi emosional sementara pada diri seseorang yang ditandai dengan perasaan tegang dan kekhawatiran yang dihayati secara sadar serta bersifat subjektif dan meningginya aktivitas system saraf otonom. Kecemasan akademik secara keseluruhan bukanlah hal buruk. Namun akan menjadi hal buruk ketika tingkat kecemasan sudah mencapai level tinggi dicampur dengan konsentrasi dan memori yang kritis untuk prestasi dan kesuksesan akademik dari hari ke hari, namun hal ini benar, ketika tanpa kecemasan, antusias dan motivasi untuk belajar menjadi kurang, seperti belajar saat ujian, mengerjaakan tugas setiap hari, dan membuat makalah penelitian.

Kecemasan akademik dapat terjadi karena beberapa faktor, di antaranya:

  1. Lingkungan sekolah

Tekanan dari lingkungan sekolah dapat membuat remaja menjadi stres. Stres yang berkaitan dengan sekolah salah satunya karena academic pressures (tekanan akademik). Tekanan akademik ini bersumber dari proses belajar mengajar atau hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan belajar. Tekanan akademik yang biasanya dihadapi oleh peserta didik diantaranya: ujian, persaingan nilai, tuntutan waktu, guru, lingkungan kelas, karir, dan masa depan.

  1. Tuntutan/tekanan dari orang tua, guru atau teman.

Siswa dituntut agar dapat berprestasi di sekolah, misalnya mendapatkan nilai tinggi, menyelesaikan tugas dengan baik, dapat masuk perguruan tinggi favorit. Namun, jika hal ini tidak sesuai dengan kemampuan yang dimiliki siswa dapat membuat siswa menjadi stres.

  1. Pekerjaan rumah

Pekerjaan rumah yang terlalu banyak menyebabkan siswa tidak memiliki waktu yang cukup untuk belajar serta akan menambah beban pikiran tentang tugas-tugas di sekolah yang harus dikerjakan. Hal tersebut akan berdampak pada penurunan prestasi akademik siswa. Siswa akan merasa cemas memikirkan beban tugas di rumah maupun di sekolah yang harus dikerjakan.

Kecemasan akademik ini dapat ditangani dengan beberapa cara, di antaranya:

  1. Berfikir positif dan tetap tenang dalam menghadapi masalah. Hal yang paling mendasar adalah cara merespon kondisi yang sedang dipikirkan (akan terjadi) atau sedang benar-benar hadapi (sedang dialami).
  2. Berbaik sangka pada diri sendiri untuk menjadi motivasi diri pada lingkungan sosial maupun akademik.
  3. Memiliki keyakinan yang kuat akan adanya pertolongan tuhan untuk bisa melepaskan diri dari masalah.
  4. Bila berhubungan dengan orang lain, ubah paradigma/ pola pandang Anda, ganti dengan lebih baik. Ganti pola gambarnya dengan pola gambar lain yangsembuat anda senang.

Kecemasan akademik memiliki komponen-komponen yang dibagi menjadi 4 kelompok komponen, yaitu:

  1. Worry, Pikiran yang mencegah untuk fokus pada keberhasilan menyelesaikan tugas akademik. Misalnya, prediksi akan kegagalan, merendahkan diri, atau senang melakukan konsekuensi buruk.
  2. Emotionality, gejala kecemasan biologi. Misalnya, jantung berdetak cepat, berkeringat pada telapak tangan, ketegangan otot.
  3. Task generated interference, Perilaku yang berhubungan dengan tugas tetapi tidak maksimal dalam mengerjakan tugas.
  4. Study skills deficits, Masalah dengan metode belajar yang dapat menyebabkan kecemasan.
  5. Prokrastinasi

Pengertian Prokrastinasi berasal dari bahasa Latin procrastinare, dari kata pro yang artinya maju, ke depan, bergerak maju, dan crastinus yang berarti besok atau menjadi hari esok. Jadi, dari asal katanya prokrastinasi adalah menunda hingga hari esok atau lebih suka melakukan pekerjaannya besok. Orang yang melakukan prokrastinasi dapat disebut sebagai procrastinator.

Faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik, di antaranya:

  1. Kondisi fisik individu. Faktor dari dalam yang turut mempengaruhi prokrastinasi pada individu adalah keadaan fisik dan kondisi kesehatan seseorang.
  2. Kondisi psikologis individu. Faktor eksternal, yaitu faktor-faktor yang terdapat diluar diri individu yang mempengaruhi prokrastinasi seperti gaya pengasuhan orang tua dan kondisi lingkungan.
  3. Problem time management. Kemampuan estimasi waktu yang buruk dapat dikatakan sebagai prokrastinasi jika tindakan itu dilakukan dengan sengaja.
  4. Penetapan prioritas agar kita bisa menangani semua masalah atau tugas secara runtut sesuai dengan kepentingannya.
  5. Karakteristik tugas karakter atau sifat tugas sekolah atau pelajaran yang akan diujikan
  6. Karakter individu orang yang cenderung menunda pekerjaan jika kurang percaya diri dalam melaksanakan pekerjaan tersebut ia takut terjadi kesalahan.
  7. Cara Preventif dan Kuratif
  8. Cara preventif stres akademik
  9. Istirahat dan olahraga secara teratur

Istirahat dan olahraga secara teratur adalah cara untuk mengatasi frustasi dan stress yang paling mudah dan praktis untuk dilakukan. Lakukanlah istirahat secukupnya secara teratur, karena dengan istirahat pikiran akan menjadi tenang dan terhindar dari stress.

 

  1. Rekreasi

Rekreasi adalah salah satu cara untuk mengatasi stress dan frustasi yang dialami mahasiswa. Dengan rekreasi pikiran, perasan akan menjadi tenang dan semua masalah akan hilang. Gunakanlah waktu minimal seminggu sekali untuk rekreasi.

  1. Teknik relaksasi

Teknik relaksasi dengan mengendurkan otot-otot seluruh tubuh, kemudian pengendoran dilakukan pada bagian-bagian tubuh yang sering mengalami stress. Semakin lama berlatih teknik relaksasi, orang akan semakin peka dan semakin spontan untuk dapat merasakan bagian tubuh yang mana yang terkena stress dan semakin mudah untuk mengembalikan pada keadaan semula.

  1. Meditasi

Suatu kegiatan untuk melatih konsentrasi menjadi lebih tajam dan pikiran menjadi lebih tenang. Lakukanlah kegiatan ini secara rutin, agar pikiran menjadi konsentrasi dan dapat mengilangkan stress dan frustasi pada mahasiswa.

  1. Mengubah sikap hidup yang negatif menjadi lebih positif.

Ketika menghadapi persoalan-persoalan tinggalkan prasangka yang mengecohkan. Semua prasangka itu pada dasarnya akan menyesatkan diri anda.Anggaplah masalah sebagai tantangan yang mesti anda hadapi bukan beban. Jangan menutup diri anda karena masalah, tapi berbuka lah terhadap teman -teman, keluarga anda. Jadi, jauhkan diri anda dari prasangka-prasangka, tetapi fokuskan diri anda pada masalah yang sesungguhnya.

  1. Cara kuratif stres akademik

Memulai berolahraga,  jalan-jalan  santai  di pertokoan  atau  ke  pantai,  rekreasi,  menonton film  kesukaan,  mendengarkan  musik, bercerita (sharing) dengan sahabat  atau  keluarga,  membantu  keluarga  atau  sahabat, menikmati hiburan  atau kegiatan  spontan  yang  seru  dan  menyenangkan.  Selain  itu,  dukungan  dan  kepercayaan  keluarga  maupun  sahabat  yang  begitu  besar  merupakan  energi  positif  sehingga  mampu  mengelola  stres  akademik  yang  begitu  berat dirasakan.

 

SUMBER:

Ifdil. 2012. Stres Akademik. Diakses secara online di http://konselingindonesia.com/index.php?option=com_content&task=view&id=379&Itemid=104. Pada hari Kamis, 19 November 2015. Pukul 16.13 WIB

Khairul Bariyyah. 2013. Stres Akademik. Diakses secara online di http://konselingkita.com/stres-akademik-2/. Pada hari Kamis, 19 November 2015. Pukul 16.45 WIB

Khairul Bariyyah. 2013. Diakses secara online di http://konselingkita.com/faktor-penyebab-stres-akademik-2/. Pada hari Kamis, 19 November 2015. Pukul 17.00 WIB

Z Amini.‎ 2010. Diakses secara Online http://digilib.uinsby.ac.id/8412/2/Bab2.pdf. Pada hari Kamis, 19 November 2015. Pukul 19.07 WIB.

Hj. Shofiyanti Nur Zuama. 2014. Jurnal: Kemampuan Mengelola Stres Akademik Pada Mahasiswa yang sedang Skripsi Angkatan 2009 Program Studi Pg Paud.Diakses secara online di http://download.portalgaruda.org/article.php?article=176186&val=6116&title=KEMAMPUAN%20MENGELOLA%20STRES%20AKADEMIK%20PADA%20MAHASISWA%20YANG%20SEDANG%20SKRIPSI%20ANGKATAN%202009%20PROGRAM%20STUDI%20PG%20PAUD.Pada hari Kamis, 19 November 2015. Pukul 18.10 WIB.

Mahato, Bhutnath & Jangir, Sunil. 2012. International Journal of Science and Research (IJSR): A Study on Academic Anxiety among Adolescents of Minicoy Island, India Online ISSN: 2319‐7064.  Vol. 1 Issue 3.

Hogan, R. Lance & McKnight, Mark A. 2010. Internet and Higher Education Journal: Exploring burnout among university online instructors: An initial investigation.  Elsevier ISSN: 1096-7516. Vol. 10 Num 2.

Lancy D’Souza. 2003. Influence of Shyness on Anxiety and Academic Achievement in High School Students. Maharaja’s College University of Mysore, Mysore, India: Department of Psychology.

Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya.  Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Khan, Mussarat Jaben, dkk. 2013. FWU Journal of Social Sciences: Effect of Perceived Academic Stress on Students’ Performance. Vol. 7, No. 2, 146-151.

Hussain, Akbar, dkk.  2008. Journal of the Indian Academy of Applied Psychology: Academic Stress and Adjustment among High School Students.  Vol. 34, halaman 70-73.

Daniel, H.T. 2014. Ujian Nasional hanya Indonesia yang Bisa Begini. Diakses secara online di http://www.kompasiana.com/danielht/ujian-nasional-hanya-indonesia-yang-bisa-begini-tragis_54f74ca8a333117d2d8b4584. Pada hari Rabu, 26 November 2015. Pukul 08.07 WIB.

-. 2013. Tekanan Ujian Sebabkan Siswa Bunuh Diri di Korsel. Diakses secara onlinedihttp://www.bbc.com/indonesia/majalah/2013/08/130820_pendidikan_korea. Pada hari Rabu, 26 November 2015. Pukul 08.13 WIB.

http://i.milliyet.com.tr/YeniAnaResim/2014/01/31/fft99_mf4015587.Jpeg

FOCUS?? That’s Easy!!

Fokus menurut KBBI adalah memusatkan pikiran pada satu hal. Ketika kita sedang menghadapi beberapa hal dalam waktu yang sama, kita bisa tidak fokus pada satu hal yang ingin dihadapi, kita masih memikirkan hal lainnya. Fokus memudahkan kita segera menyelesaikan tugas-tugas atau masalah yang sedang kita hadapi. Di sini ada beberapa cara agar kita bisa fokus terhadap satu hal. Namun, cara ini agak membosankan bagi orang yang tidak sebarang atau orang yang cepat bosan. Karena latihan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan berulang-ulang. Ohiya, latihan ini baiknya dilakukan di tempat yang jauh dari keramaian ya, biar fokusnya berhasil 🙂

Berikut cara-cara agar kita bisa fokus, yuks praktekkan 🙂

Pertama

Siapkan stopwatch untuk menghitung lama waktu, duduklah di kursi dengan posisi nyaman, dan usahakan jangan bergerak, hitunglah seberapa lama kamu mampu bertahan, tak usah dipaksakan untuk waktu pertama, mungkin sekitar 5 menit saja, lalu lakukan latihan ini terus-menerus dengan waktu yang lebih ditingkatkan, apabila kamu bisa duduk lama mencapai waktu lima belas menit berulang kali, maka kamu dianggap sudah berhasil melewati latihan  pertama.

Kedua

Duduklah dengan posisi nyaman, posisikan kepala menengadah (menghadap ke atas) dengan dagu terangkat, dan bahu ke belakang. Lalu angkat tangan kanan sejajar dengan bahu, tujukan pkitangan ke sekitar lalu ke jari-jari tangan kanan, dan jagalah posisi tangan, usahakan tidak bergerak dalam satu menit. Lakukan hal ini pada tangan kiri pula. Lakukan berulang-ulang sampai tangan bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama, atau sekitar 5-10 menit.

Ketiga

Siapkan gelas dan air. Masukkan air ke dalam gelas, lalu genggamlah gelas tersebut dan angkat sampai tepat lurus dengan mata. Jangan sampai kita membuat gerakan, apabila kita bergerak, maka air dalam gelas tersebut akan goyang. Maka kita harus berfokus pada tangan kita agar tidak bergerak dan fokus mengamati air apabila goyang berarti kita bergerak.

Keempat

Siapkan meja dan kursi, dan letakkan kursi di atas meja. letakkan tangan Kita di atasnya lalu kepalkan dengan punggung tangan menghadap meja dan ibu jari terlipat di atas jari-jari lain. Sejenak tataplah kepalan tangan, lalu perlahan-lahan buka lipatan ibu jari sambil tetap menjaga perhatian seakan gerakan itu merupakan sesuatu yang amat penting. Kemudian perlahan-lahan bukalah jari telunjuk, lalu jari tengah dan begitu selanjutnya sampai semua jari terbuka dan seterusnya hingga tangan kembali terkepal dalam posisi semula dengan ibu jari terlipat di atas jari-jari lain. Selanjutnya latihlah tangan kiri. Lakukan secara bergantian sampai bisa diulangi lima kali untuk masing-masing tangan. Selama beberapa hari berselang tingkatkan menjadi sepuluh kali.

Kelima

Letakkan tangan di atas lutut dengan jari menutup kecuali telunjuk. Lalu gerakkan jari itu perlahan-lahan dari satu sisi ke sisi lain, sambil tetap memperhatikan ujung jari. Kita bisa melakukan variasi gerakan seperti itu. Rencanakan pola latihan yang berbeda. Poin utama yang harus selalu Kita ingat ialah bahwa latihan ini harus sederhana, dan perhatian Kita mesti tertuju sepenuhnya pada bagian tubuh yang bergerak.

Keenam

Saat berjalan, mengendarai kendaraan di pedesaan, atau melewati taman bunga, berkonsentrasilah pada aroma tumbuhan dan tanaman. Lihatlah berapa banyak yang bisa dikenali. Lalu pilih salah satu dan cobalah untuk hanya merasakan aromanya. Ini akan memperkuat indra penciuman. Ketika ketajaman indra penciuman meningkat, Kita tak hanya menutup semua pikiran lain di luar aroma tersebut, tetapi juga menutup aroma-aroma lain yang tersimpan dalam pikiran Kita yang saat itu tengah berkonsentrasi.

Ketujuh

Berbaringlah dan kendurkan otot secara menyeluruh. Berkonsentrasilah pada detak jantung, dan jangan memperhatikan hal lain. Pikirkan bagaimana organ ini memompa darah pada tiap bagian tubuh; bayangkan darah meninggalkan gudang penyimpanan dan berjalan dalam satu aliran menuju kaki. Bayangkan aliran darah lainnya turun ke tangan hingga ke ujung-ujung jari. Dengan sedikit latihan, Kita bisa benar-benar merasakan  darah mengalir melalui sistem tubuh. Contohnya, jika mata terasa lelah, bayangkan aliran darah datang dari jantung, melewati kepala, hingga mencapai mata

Kedelapan

Letakkan segelas air putih pada meja di kamar tidur, dan duduklah di samping meja tersebut. Amati dan pikirkan betapa tenang air di gelas itu. Kemudian bayangkan diri Kita masuk ke dalam kondisi tenang semacam itu. Dalam waktu singkat saraf akan menjadi tenang.

Kesembilan

Apabila Anda terbiasa marah atau gugup karena hal-hal remeh, periksalah diri ketika mulai merasa seperti itu; mulailah bernapas dengan pelan dan katakan, “Aku tidak akan selemah itu. Aku penguasa diriku sendiri,”

Kesepuluh

Apabila anda termasuk orang yang mudah marah hanya karena sedikit hasutan dan tidak pernah berusaha mengusai diri, berarti Anda harus memikirkan hal ini untuk sejenak. “Apakah kemarahan itu menguntungkan? Apakah Anda mendapatkan sesuatu lantaran marah? Bukankah sikap itu menjauhkan Anda dari keseimbangan jiwa selama beberapa saat? Tahukah Anda bahwa sikap ini berkembang dalam diri dan akhirnya akan membuat Anda dipandang rendah oleh orang-orang yang berhubungan dengan Anda?” Setiap orang berbuat salah, alih-alih memarahi mereka atas kesalahan itu, katakanlah. “Lain kali, berhati-hatilah.” Sikap semacam itu akan menimbulkan kesan, sehingga mereka pun menjadi lebih berhati-hati. Cobalah untuk mulai mengatur diri dengan mengulang penegasan berikut ini setiap pagi:

“Mulai hari ini aku akan berusaha untuk tidak memunculkan bahasa tubuh yang tidak berguna, mencemaskan hal-hal sepele, atau menjadi gugup dan lekas marah. Aku akan bersikap tenang dan mengendalikan diri sendiri, tak peduli dalam kondisi apa pun. Mulai saat ini kuputuskan untuk terbebas dari semua gejala sifat yang menunjukkan hilangnya kendali diri.”

Lalu di malam hari, tinjaulah aktivitas yang telah anda lakukan, seberapa besar Anda menyadari tujuan. Apakah yang Anda lakukan telah mencapai tujuan yang diinginkan. Lakukanlah latihan ini sampai control diri Anda dapat tercapai.

Kesebelas

Duduklah di kursi bersandaran tinggi dalam posisi tegak. Tutup hidung kanan dengan satu jari. Tarik napas panjang dan dalam sampai hitungan sepuluh, kemudian embuskan melalui hidung kanan saat hitungan kesepuluh. Ulangi latihan ini dengan hidung sebelah kiri. Ini harus dilakukan paling tidak 20 kali setiap Anda duduk.

Keduabelas

Posisikan tubuh duduk dengan rileks, lalu pejamkan mata. Mulailah berhitung 1 sampai 200. Setiap angka disebutkan ketika Anda menghembuskan napas. Itulah jarak setiap angka.

Ketigabelas

Posisikan tubuh duduk dengan rileks, lalu pejamkan mata. Mulailah berhitung 1 sampai 50. Setiap angka disebutkan setelah anda menghembuskan nafas. Itulah jarak setiap angka.

Keempatbelas

Posisikan tubuh duduk dengan rileks, lalu pejamkan mata. Mulailah berhitung 1 sampai 21 dengan selisih 2 angka disetiap angka yang disebutkan (1-3-5-7-9-11-13-15-17-19-21) atau yang disebut juga angka ganjil. Lalu ketika sudah sampai angka 21, hitung dengan urutan terbalik (21-19-17-15-13-11-9-7-5-3-1).
sumber belajar:

http://harimauapi.blogspot.co.id/2010/10/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html

http://www.gelombangotak.com/Konsentrasi_fokus_belajar_tugas.htm

http://www.jamboghkita.com/2012/09/cara-mudah-latihan-konsentrasi.html

Memahami Data Pribadi Peserta Didik

Memahami data pribadi peserta didik bagi seorang konselor pada khususnya sangatlah penting. Setiap individu memiliki ciri khas sendiri yang berbeda dengan yang lain. Dari data inilah kita dapat memahami perbedaan setiap individu  sebagi acuan konselor dalam memberikan perhatian yang lebih mendalam kepada konselinya.

DATA PRIBADI PESERTA DIDIK

Nama

NIM

Tempat Lahir

Tanggal Lahir

Jenis Kelamin

Agama

Alamat Asal

Telepon/WhatsApp/FB/Twitter/E-Mail

Hobi

Prestasi yang Pernah Dicapai

Jumlah Saudara

Anak Ke-

Data-data di atas ada beberapa dan menjadi karakteristik setiap individu. Nama, setiap individu memiliki nama yang berbeda-beda, namun ada beberapa yang memiliki nama yang sama, karena nama adalah ciri utama setelah ciri fisik yang membedakan masing-masing individu, nama juga disimbolkan sebagai doa dari orang tua agar individu kelak tumbuh menjadi manusia yang dicita-citakan oleh kedua orangtuanya. NIM, membedakan data setiap individu dalam lingkungan kampus, karena tidak ada mahasiswa yang memiliki NIM yang sama. Tanggal lahir, usia seseorang menentukan dirinya dalam lingkungan sosial, dan biasanya semakin banyak angka usia seseorang, maka dianggap sebagai orang yang sudah matang baik ekonomi, fisik, maupun psikologis. Jenis Kelamin, perilaku antara laki-laki dan perempuan masing-msing berbeda karena ada aturan, nilai-nilain, dan norma yang mengatur perilaku msing-msing dari mereka. Agama, berhubungan dengan keyakinan yang dianut, dan masing-masing keyakinan memiliki aturan dan ajaran masing-masing, karena setiap permasalahan yang dialami oleh konseli dikembalikan ke kepercayaan dan keyakinan yang konseli anut. Alamat Asal, setiap daerah memiliki kebiasaan dan kebudayaan yang berbeda, sehingga konselor dapat memahami perilaku individu sesuai dengan daerah asalnya. Telepon/WhatsApp/FB/Twitter/E-Mail, memudahkan kita untuk berkomunikasi dengan konseli karena terkendala jarak dan waktu. Hobi, membedakan aktivitas sehari-hari dengan individu lainnya, dan konselor dapat membantu mengembangkan potensi peserta didik. Prestasi yang pernah dicapai, dari riwayat prestasi yang pernah diraihnya, konselor dapat membantu mengoptimalkan potensi-potensi peserta didik. Jumlah saudara dan anak ke-, memperngaruhi perilaku individu, karena perhatian yang masing-masing individu dapakan itu berbeda.

Selain data pribadi, data orangtua juga mempengaruhi perilaku peserta didik. Keadaan  sosial, ekonomi, dan budaya mempengaruhi perkembangan peserta didik. Selain itu, pendidikan terakhir orangtua juga mempengeruhi bagaimana orangtua mendidik anaknya.

manajemen file

MANAJEMEN FILE

Manajemen file merupakan mengelompokkan file-file sesuai dengan jenis yang sama atau sesuai dengan kategori yang diinginkan, misalnya kategori untuk file kuliah, ekstrakurikuler, organisasi, ataupun kategori lainnya.

Manaat manajemen file diantaranya, yaitu memudahkan kita untuk mencari file, mengurangi resiko kehilangan file, serta dapat menghemat kapasitas penyimpanan dengan cara melakukan penghapusan file yang tidak terpakai.

Berikut adalah contoh manajemen file

a

1

2

semoga bermanfaat ^^

permainan menggunakan tusuk gigi

Pertama, siapkan 8 buah tusuk gigi

1
Kemudian, bentuk menjadi seperti berikut ini

2
Selanjutnya, pindahkan posisi atau arah dari bentuk di atas , yaitu dengan cara pindahkan 2 batang yang menjadi satu garis lurus (garis A-B, dan garis E-F) ke sisi di sejajarnya yang belum lengkap, misalnya:

3

menjadi

4

atau

5

menjadi

6

 

permainan ini bisa melatih sistem motorik dan otak kanan

semoga bermanfaat 😀